LAPORAN TAHUNAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) 2015

Jika dilihat dari grafik sumberdaya yang ada di PEKKA sejak didirikan hingga kini dapat dikatakan tahun 2015 merupakan titik balik mulai menurunnya sumberdaya yang dapat diakses PEKKA.  Tanpa membatasi kemungkinan untuk mendaki lebih tinggi, sepertinya ini saat yang tepat untuk berhenti sejenak melihat pendakian yang telah dilalui, kemudian membuat perhitungan yang cermat untuk langkah kedepan.  2015 juga merupakan tahun penuh momentum penting bagi PEKKA.  Ada dua langkah besar yang diambil PEKKA di tahun 2015 yang akan berpengaruh bagi keberlanjutan PEKKA kedepan yaitu pembentukan Komisi Pembaharuan PEKKA dan serta dimulainya inisiatif baru mengembangkan lembaga pendidikan yang diberi nama Akademi PARADIGTA.  Selain itu, keberlanjutan dari inisiatif pengembangan KLIK PEKKA dan Alta Karya juga menunjukkan arah yang semakin jelas kedepannya dalam proses pengembangan di tahun ini.

Komisi Pembaharuan PEKKA yang terdiri dari perwakilan Seknas PEKKA, tim fasilitator lapang, pengurus Federasi Serikat Pekka dan Pengurus Serikat Pekka mendapatkan mandat untuk merancang bentuk kesatuan dan mekanisme kelembagaan dari  lembaga dan elemen-elemen yang lahir dan berkembang dalam proses PEKKA selama 14 tahun terakhir.  Sedangkan AKADEMI PARADIGTA merupakan inisiatif kelembagaan pendidikan terstruktur yang dikembangkan berdasarkan pengalaman mengembangkan kader-kader Pekka selama ini, sebagai respons terhadap sulitnya perempuan di desa terlibat dalam pengambilan keputusan selama ini.  Kehadiran AKADEMI PARADIGTA bertepatan dengan momentum penerapan Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, yang sejatinya akan membuka ruang dan kesempatan bagi perempuan dan kelompok marjinal lainnya untuk terlibat aktif membangun desanya. 

Selengkapnya: LAPORAN TAHUNAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) 2015

LAPORAN TAHUNAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) 1 Januari - 31 Desember 2014

Tahun 2014 merupakan tahun penting tidak hanya untuk PEKKA namun lebih jauh lagi untuk bangsa Indonesia.  Pada tahun ini terjadi peristiwa politik yang menjadi tonggak baru sejarah bangsa yaitu Pemilihan Umum untuk memilih secara langsung anggota DPR dan DPD serta Presiden dan Wakil Presiden. Sebagai warga negara tentu saja komunitas Pekka terlibat secara langsung dalam hal ini baik sebagai pemilih aktif maupun sebagai calon anggota legislatif.  Ya, sebagaimana Pemilu sebelumnya, kali ini kader Pekka yang bertarung dalam Pemilu untuk memperebutkan kursi DPRD meningkat dari masa sebelumnya.   Walaupun pada akhirnya tidak satupun dari mereka yang berhasil, namun pembelajaran politik yang diperoleh sangat penting tidak hanya bagi yang bersangkutan namun juga bagi seluruh anggota Serikat Pekka lainnya.

Selengkapnya (download PDF)

 

 

 

LAPORAN TAHUNAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) 1 Januari - 31 Desember 2013

“Perempuan Kepala Keluarga(Pekka) terdiri dariKepala Keluarga Perempuan atau KKP (17.3%) dan Perempuan Pencari Nafkah Utama dalam Kepala Keluarga Laki-laki atau PKKL (5,8%)” (hasil SPKBK - PEKKA 2012)

Sejak memulai PEKKA lebih dari 13 tahun yang lalu, kami memang meyakini bahwa jumlah perempuan yang harus menjadi kepala keluarga di lapangan melebihi angka resmi Badan Pusat Statistik yang saat itu menunjukkan angka sekitar 13% dari rumah tangga yang ada dikepalai perempuan.  Keyakinan ini hanya berdasarkan pengamatan langsung ketika bekerja di lapangan.  Namun tentu saja kami tidak memiliki dasar yang cukup kuat akan hal ini mengingat PEKKA hanya bekerja di wilayah yang sangat terbatas dibandingkan dengan luasnya negara ini.  Hingga akhirnya pada akhir tahun 2011 kami berkesempatan melaksanakan program pemantauan kemiskinan (Poverty Moneva) dengan mengadakan riset SPKBK (Sistem Pemantauan Kesejahteraan Berbasis Komunitas).  Sensus yang kami lakukan di 111 desa wilayah kerja PEKKA memperlihatkan banyak hal terkait perempuan kepala keluarga termasuk jumlah, siapa saja mereka, dan tingkat kemiskinannya.  Pada akhir tahun 2013 ini hasil SPKBK-PEKKA mulai kami diskusikan secara terbuka dengan para pemangku kepentingan termasuk pemerintah diberbagai tingkatan dan komunitas Pekka.

Selengkapnya (dowload pdf)

LAPORAN TAHUNAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KEPALA KELUARGA (PEKKA) 1 Januari - 31 Desember 2012

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tahun 2012 merupakan tahun yang tak kalah sibuknya bagi penggiat PEKKA.  Melanjutkan proses pengorganisasian di 18 Provinsi kerja PEKKA, memfasilitasi berbagai kegiatan penguatan dan peningkatan kapasitas komunitas dan kader Pekka, memfasilitasi proses advokasi mereka khususnya terkait akses keadilan dan menemani mereka menyelesaikan berbagai kasus dan persoalan yang dihadapi di lapangan.  Selain itu, tahun 2012 ini, PEKKA juga melakukan satu terobosan baru yaitu melakukan riset berbasis komunitas yang kami beri nama Sistem Pemantauan Kesejahteraan Berbasis Komunitas (SPKBK)PEKKA. Bekerjasama dengan SMERU, lembaga riset terkenal di Indonesia, dan dukungan pendanaan dari AUSAID, PEKKA memberanikan diri melakukan riset tersebut dengan mengerahkan seluruh sumberdaya yang ada khususnya komunitas Pekka yang telah terorganisir selama ini.  SPKBK-PEKKA diharapkan dapat menyumbang data di tingkat komunitas sehingga membantu upaya pengalokasian anggaran dan sumberdaya pembangunan dengan lebih efektif dan efisien. Tentu saja proses ini juga menjadi ruang belajar bagi penggiat PEKKA yang tak ternilai harganya.

 

Selengkapnya (dowload pdf)

FaLang translation system by Faboba
Sekretariat Nasional
Jl.Pangkalan Jati V No.3 RT 011/05 Kel.Cipinang Melayu,Kec.Makasar Jakarta Timur Jakarta 13620 Indonesia
Phone: +62 21 860 9325 or 862 8706, Fax: +62 21 862 8706
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.