|
There are no translations available.
Anita was frightened and alone. After falling pregnant from an extramarital relationship and divorcing her then husband, she found herself one of the more than six million single mothers living in Indonesia.
“I was so afraid, so scared. What will they say about me? People thought I was a good person, the leader of a religious community. They said ‘You are supposed to be a role model for them but what can we say about you now?’” says Anita (not her real name). |
|
Read more...
|
|
|
Women’s activists decry conservatism |
|
There are no translations available.
Indonesia has made significant strides to empower women recently — but activists say progress is hampered by weak enforcement and religious conservatism.
Women’s rights activist Sulistyowati Irianto said the women’s movement has made great progress during the reform era, as shown by the laws and regulations enacted over the last decade. |
|
Read more...
|
|
SAPARINAH SADLI AWARD 2010 |
|
There are no translations available.
Zulminarni Membumikan MDGs Ia bekerja dalam diam, bergulat dengan politik riil, yakni persoalan pelik sehari-hari yang tak punya tempat dalam pertarungan argumen di lembaga politik formal. Ia membumikan diktum the personal is political dan membuktikan akses terhadap keadilan membuat perempuan, khususnya kepala keluarga (miskin) bisa merebut kembali martabatnya. |
|
Read more...
|
|
Menggalang Delapan Ribu Janda |
|
There are no translations available.
Nani Zulminarni
Lahir dari keluarga miskin di Ketapang kota kecil bagian selatan Pontianak, Kalimantan Barat, ternyata tidak menghalangi Nani Zulminarni untuk peduli terhadap nasib wanita, terutama. Posisi janda yang sering diartikan negatif dihubungkan dengan kegagalan membina keluarga serta stigma miring masyarakat terhadap status janda membuat Nani merasa perlu berjuang memperbaikinya. Teks: Anto Kurniawan / Foto: Rizki Rahmat |
|
Read more...
|
|
Akses Keadilan dan Martabat Perempuan |
|
There are no translations available.
Akses terhadap keadilan dan hukum akan membuat orang miskin merebut kembali martabatnya. Itu yang dialami Sulastri (40). Perempuan kepala keluarga asal Brebes, Jawa Tengah, itu sempat tak punya status selama 12 tahun setelah suami pergi menikahi perempuan lain di Cirebon. |
|
Read more...
|
|
|
Anatomi Pengguna Pengadilan Agama Dibedah Kembali |
|
There are no translations available.
Sembilan dari sepuluh perempuan kepala keluarga tidak dapat mengakses pengadilan untuk perkara perceraian mereka. Biaya perkara dan ongkos transportasi ke pengadilan masih menjadi hambatan utama.
Kesimpulan itu mengemuka dalam laporan hasil penelitian Akses Terhadap Keadilan: Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Indonesia. Penelitian ini merupakan hasil kerjasama antara Mahkamah Agung, PEKKA dan lembaga penelitian SMERU. Penelitian ini didukung oleh pemerintah Australia melalui Ausaid dan The Family Court Australia. |
|
Read more...
|
|
Zulminarni - Membongkar Ketakberdayaan |
|
There are no translations available.
OLEH NINUK M PAMBUDY & MARIA HARTININGSIH
Ketika Indonesia terkena krisis ekonomi tahun 1998, banyak orang mendadak menjadi miskin. Mereka kehilangan pekerjaan, sementara harga kebutuhan pokok melambung. Dari mereka yang jatuh miskin, kelompok termiskin adalah perempuan kepala keluarga. Mereka menjanda karena suami meninggal atau bercerai, tetapi tidak sedikit yang ditinggal suami bertahun-tahun tanpa kabar berita. Zulminarni (47), yang lebih akrab dipanggil Nani, sejak 1987 bekerja bersama masyarakat miskin di akar rumput dan melihat kekuatan perempuan di tingkat basis. Pengalaman ibunya, istri seorang pegawai Bea dan Cukai yang kehidupannya sangat sederhana membesarkan 10 anak, juga membuka mata bahwa perempuan punya kekuatan. Yang harus diubah adalah keyakinan palsu para perempuan bahwa mereka tidak mampu. |
|
Read more...
|
|
There are no translations available.
Minggu, 13 Juni 2010 | 04:05 WIB
Perjalanan delapan tahun bersama Program Perempuan Kepala Keluarga (Pekka)—sekarang Serikat Pekka—adalah perjalanan babak kedua hidup Nani. Sebelum itu, selama lebih dari 14 tahun, ia bekerja di Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), lembaga swadaya masyarakat di bidang pemberdayaan ekonomi perempuan kelas bawah yang berkarya sejak awal tahun 1980-an.
Meski PPSW menjadi seperti ”rumahnya” dan Program Pekka awalnya bagian program PPSW, ada beda mendasar. ”Dulu saya merasa sebagai pekerja. Dengan Pekka, secara pribadi, saya merasa sedang membangun hidup saya. Banyak kesulitan, tetapi saya juga mendapat banyak penghiburan,” ujar ibu dari Zaki (22), Hanif (20), dan Faiz (16). |
|
Read more...
|
|
DOVE Sisterhood Serahkan Donasi Sebesar Rp 100 Juta untuk Bantu Perempuan Kepala Keluarga |
|
There are no translations available.
Monday, 29 March 2010 Senin. DOVE bersama DOVE Sisterhood hari ini menyerahkan donasi sebesar Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) kepada Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang akan dialokasikan untuk membantu perempuan-perempuan kepala keluarga di bawah asuhan PEKKA melalui pelatihan peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri. Donasi DOVE Sisterhood ini merupakan bentuk nyata DOVE dalam membantu Perempuan Kepala Keluarga menjadi Amazing Woman. Donasi yang akan digunakan untuk pelatihan teknis bagi 240 perempuan kepala keluarga dan bantuan modal usaha bagi 40 perempuan kepala keluarga ini merupakan persembahan DOVE dan lebih dari 10.000 perempuan Indonesia yang bergabung dalam DOVE Sisterhood. Donasi ini juga merupakan awal dari berbagai kegiatan positif yang akan disebar melalui DOVE Sisterhood antara lain penyebaran semangat ?Sister helps sister‘ di mana perempuan dapat membantu sesama perempuan dan berbagi informasi seputar rambut dan hal lain yang dapat menjadikan mereka Amazing Woman yang tampil cantik, percaya diri dan berkepribadian kuat. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 5 |