Beranda
Beranda  
Tentang Kami  
Di mana Kami  
Cerita Kami  
Kontak  
 
 

 
 
 
 
 
  

  

Cari


 
Data Susenas Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang dikepalai perempuan mencapai 13.60% atau sekitar 6 juta rumah tangga yang mencakup lebih dari 30 juta penduduk. Jika dibandingkan data tahun 2001 ketika PEKKA pertama digagas yang kurang dari 13%, data ini menunjukkan kecenderungan peningkatan rumah tangga yang dikepalai perempuan rata-rata 0.1% per tahun.
 
Pengurus Federasi Serikat PEKKA terpilih
Selasa, 11 Agustus 2009 10:38
Melalui 2 putaran pemilihan yang tak kalah serunya dengan pemilihan presiden akhirnya Peni Yuliarti wakil dari Jawa Tengah terpilih sebagai Ketua Pengurus Federasi Serikat PEKKA untuk pertama kalinya.  Pemilihan pengurus terpaksa harus dilakukan dalam 2 putaran, karena pada pemilihan pertama ternyata tidak ada satu orang kandidat pengurus yang mendapat suara lebih dari 50%.  Pemilihan putaran kedua akhirnya dilangsungkan dengan diikuti oleh 3 orang kandidat dengan suara pemilih terbanyak.

Pada Musyawarah Nasional I Serikat PEKKA yang berlangsung di CICO di Cimahpar Bogor pada tanggal 25 – 26 Juli 2009 salah satu agenda acara adalah pemilihan pengurus Federasi Serikat PEKKA untuk yang pertama kalinya.  Pemilihan pengurus berlangsung di hari kedua Munas setelah selesai pembahasan AD/ART selesai.  Sesuai AD/ART yang disepakati setiap Serikat PEKKA anggota Federasi boleh mencalonkan seorang kandidat pengurus.  Dari calon kandidat ini nanti akan terpilih 3 orang yang berhak menjadi pengurus Federasi Serikat PEKKA untuk periode 2009-2012.

Ada 8 orang calon yang diusulkan oleh masing-masing serikat untuk menjadi pengurus Federasi Serikat PEKKA.  Mereka adalah Adi Fauziah yang ditunjuk mewakili Serikat PEKKA NAD, Siti Hasanah (Imas) dari Jawa Barat, Peni Yuliarti (Jateng), Maesaroh (Kalbar), Ratnawati (NTB), Katarina Letek Betan (NTT), Amlia (Sultra) dan Sariba Nyong (Malut).  Namun 2 orang calon yaitu Siti Hasanah (Jabar) dan Ratnawati (NTB) menyatakan ketidaksediaan mereka untuk dipilih, karena mereka ingin lebih fokus melakukan pengembangan serikat di wilayahnya saja.  Pemilihan pengurus akhirnya hanya diikuti oleh 6 kandidat.  Para kandidat diminta untuk mengisi lembar isian biodata dan pernyataan kesediaan untuk tidak menikah dan melepaskan jabatan pengurus di wilayahnya jika ia terpilih menjadi pengurus Federasi Serikat PEKKA.  Selanjutnya masing-masing kandidat diberi kesempatan untuk melakukan kampanye kepada peserta pemilih.  Peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan Tanya jawab dengan para kandidat tersebut.

Ada 61 peserta Munas yang berhak memberikan suara dalam pemilihan ini.  Setelah dilakukan penunjukkan saksi dari semua wilayah akhirnya pemilihan mulai dilangsungkan.  Berdasarkan absen peserta aktif, maka peserta dipanggil untuk mendapatkan kertas suara.  Selanjutnya ia menuju ke bilik suara untuk menuliskan nomor kandidat yang dipilihnya.  Kertas yang sudah ditulis kemudian dilipat dan dimasukkan dalam kotak suara yang tersedia.  Pemberian suara ini berlangsung cukup tertib.  

Perhitungan suara segera dilakukan setelah semua peserta aktif memberikan suaranya.  Saat ini ketegangan segera muncul. Beberapa nama kandidat disebut hingga susul menyusul jumlah suaranya.  Para peserta berteriak menyemangati kandidat favoritnya.  Dari perhitungan pertama diperoleh hasil dengan urutan sebagai berikut : Peni (25 suara), Katarina (11), Adi (10), Amlia (8), Sariba (4) dan Maesaroh (3).  Jumlah yang diperoleh Peni belum mampu mengantarnya menjadi Ketua, karena syarat untuk menjadi ketua harus didukung oleh 50% plus 1 suara dari suara yang berhak atau setidaknya ia harus mendapat 32 suara.  Maka pemilihan dilakukan kembali hanya untuk 3 kandidat yang mendapat suara terbanyak.  Sebelum pemilihan ini ada jeda sebentar yang digunakan oleh pendukung masing-masing kandidat untuk mempromosikan calonnya ke peserta lain.  Hasilnya dari pemilihan kedua ini Peni mendapat 31 suara, Adi suara dan Katarina (14 suara).  Dengan demikian Peni Yuliarti terpilih menjadi Ketua Federasi Serikat PEKKA untuk pertama kalinya.  Ada pun jabatan Sekretaris dipegang oleh Adi Fauziah dan Bendahara Katarina L Betan.

Pada pidato sambutannya sebagai Ketua Federasi Serikat Peni menyampaikan komitmennya untuk memajukan Federasi dan meminta komitmen semua anggota.

Pada kesempatan berikutnya juga dipilih Wali Amanah Federasi Serikat PEKKA berdasarkan usulan nama yang masuk dari 8 Serikat wilayah.  Wali Amanah yang terpilih adalah Nani Zulminarni sebagai ketua dengan anggota Mien Rianingsih, Kodar Tri Wusananingsih dan Adi Nugroho. (adn) 
 
 
   GALERI
 
   Video  Foto Laporan Buletin 
Pekka dalam Berita